Daisypath Anniversary Years Ticker Lilypie Kids birthday Ticker Lilypie 1st Birthday Ticker

Thursday, August 14, 2008

Jangan Marah…

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat.” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah.” (HR. Bukhari). Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi’at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia.”

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring.” (HR. Ahmad, Shohih)

Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, “Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.” Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.” (HR. Thobrani, Shohih)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rohimahulloh juga mengatakan, “Bukanlah maksud beliau adalah melarang memiliki rasa marah. Karena rasa marah itu bagian dari tabi’at manusia yang pasti ada. Akan tetapi maksudnya ialah kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah. Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan dampak yang tidak baik. Sesungguhnya kemarahan adalah bara api yang dilemparkan oleh syaithan ke dalam lubuk hati bani Adam. Oleh sebab itulah anda bisa melihat kalau orang sedang marah maka kedua matanya pun menjadi merah dan urat lehernya menonjol dan menegang. Bahkan terkadang rambutnya ikut rontok dan berjatuhan akibat luapan marah. Dan berbagai hal lain yang tidak terpuji timbul di belakangnya. Sehingga terkadang pelakunya merasa sangat menyesal atas perbuatan yang telah dia lakukan.”

Tips Menanggulangi Kemarahan

Syaikh Wahiid Baali hafizhohulloh menyebutkan beberapa tips untuk menanggulangi marah. Diantaranya ialah:

  1. Membaca ta’awudz yaitu, “A’udzubillahi minasy syaithanir rajiim”.
  2. Mengingat besarnya pahala orang yang bisa menahan luapan marahnya.
  3. Mengambil sikap diam, tidak berbicara.
  4. Duduk atau berbaring.
  5. Memikirkan betapa jelek penampilannya apabila sedang dalam keadaan marah.
  6. Mengingat agungnya balasan bagi orang yang mau memaafkan kesalahan orang yang bodoh.
  7. Meninggalkan berbagai bentuk celaan, makian, tuduhan, laknat dan cercaan karena itu semua termasuk perangai orang-orang bodoh.

Syaikh As Sa’di rohimahulloh mengatakan, “Sebaik-baik orang ialah yang keinginannya tunduk mengikuti ajaran Rasul shollallohu ‘alaihi wa sallam, yang menjadikan murka dan pembelaannya dilakukan demi mempertahankan kebenaran dari rongrongan kebatilan. Sedangkan sejelek-jelek orang ialah yang suka melampiaskan hawa nafsu dan kemarahannya. Laa haula wa laa quwwata illa billaah” (lihat Durrah Salafiyah).

***

Sumber: Buletin At-Tauhid
Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel www.muslim.or.id

Monday, August 11, 2008

17 Agustusan...




Bentar lagi 17 an nih di Deplu udah mulai heboh perlombaan-perlombaan untuk menyambut 17-an dan juga HUT deplu yang jatuh pada tgl 19 Agustus. Nah berhubung diriku melahirkan secara sesar kemaren jadi untuk tahun ini gak ikutan acara apa-apa, secara gitu loo diriku ini takut sakit bekas jahitan sesarnya. Tahun lalu juga gak ikutan berhubung jadi Bumil alias Ibu Hamil, so tahun ini juga off dulu.

Biasanya aku ikutan volley (teila cuma servent duank gitu looo), gerak jalan, n bulutangkis. Tahun ini off dari kegiatan olah raga dan olah tubuh hehhehe. Tahun ini jadi supporter aja dah, nah pagi tadi semifinal volley Ditjen Kerjasama ASEAN (Unit ku) tanding lawan Itjen, heheheh biasanya kita mesti kalah deh kalau lawan Itjen, nah tadi berhubung team kita okeh cantik dan gagah berani hehhehe akhirnya menang 3-0. Sempet kedodoran seh di game ketiga, tapi kita dapat lalui lo....hebat banget dehh....eh sayang tadi lupa gak bawa kamera, jadi gak dapat diabadikan deh...team ASEAN nya.

Nah besok itu tuh...giliran lomba kebersihan ruangan unit kerja, aje gileeee Pak Ses ngomentarin aku, besok tim juri kebersihan mo datang, tolong diberesin yah ruangannya, dirapikan gitu lo...eh beliau koment, terutama mejanya Fitri n Pak Rokib, Deziggg hehehhe kena dah gw...

Secara gitu loo....di bagian keuangan gak pernah rapi, bentar2 dirapiin eh kertas dah berserakan lagi dimeja, hehhehe nah setelah dapat tegoran gitu gak enak juga ahhh, buru2 diberesin tapi tau dehhh menurut si juri meja gw termasuk rapi apa enggak.... diliat aja dahh aku upload pic mejaku hari ini...

Friday, August 08, 2008

JUALANKU





Ada yang berminta gak....kalau berminat hubungi aku yahhh lewat emailku di fitriani@gmail.com.... Apa lagi bentar lagi mo puasa dan lebaran...biar keren makanan nya biar fresh disimpan di tupperware, yang pasti dijamin puas dah....

Thursday, August 07, 2008

Rahma Aisha


Sudah lama gak ngeblog di Blog ini, karena kesibuka kantor dan kehamilan trus ngurus anak jadi lupa ngeblog dah... Aku mo kasih tahu kabar baru neh Aku baru aja lahiran anak kedua, dan anak keduaku namanya Rahma Aisha Hadinugroho, lahir pada tanggal 31 Maret 2008 dengan proses cesar dan bb 3,2 kg pjg 50 cm, dan sekarang Aisha dah 6,8 lo beratnya heheh dia agak gendut dibanding Alief dulu...

Alhamdulillah dah lengkap sudah anak-anakku cowok dah dapat cewek juga sudah, sampe-sampe Ibu Mertua bilang "Fit, kok pintar kamu bisa dapat sepasang'" Hhheiehiehi bukan karena pintar la, tapi karena Kuasa Allah SWT, karena karunia Allah aku dan suami diberi rezeki yang tidak ternilai yaitu anak-anak yang ganteng dan cantik kayak Mama dan Papanya hehehhe....

Dikeluargaku Aisha termasuk cucu perempuan kedua setelah anaknya adikku Alyssa Syifa (sekrang 2 tahun) dan berhubung Syifa tinggalnya di Sampit, Kalimantan, jadi Aisha jadi cucu kesayangan Ortu ku.... Kalau dari Pihak suami Aisha cucu kedua. lah emang cucunya baru 2 hehehe itu juga dari pihak suamiku, la wong anaknya mertuaku cuma dua Suamiku dan Adiknya.. yang baru menikah namun belum punya anak.

Aisha dan Alief cuma mereka kebahagiaanku, termasuk Suamiku Mas Bobby Tayang hehehe, mereka semua yang membuat aku bahagia lahir bathin.

Semoga Anak-anakku kelak menjadi anak yang soleh dan soleha, menjadi anak yang cinta Islam dan Cinta Allah dan Rasulnya....Mengutamakan Agama dibanding Harta, Cinta dan Tahta......

Aminnn

Wednesday, December 20, 2006

4 tahun lalu.....

4 tahun lalu...........

4 tahun lalu, kita mengikat janji untuk jadi sebuah keluarga yang sakinah....

4 tahun lalu, dirimu memberikan aku sebuah cucian kotor sebagai "mas kawin"

4 tahun lalu, dirimu akhirnya berhasil menyentuh diriku utuh.........

Dan sekarang tak terasa sudah 4 tahun kita membina sebuah keluarga yang insya Allah menuju keluarga Sakinah, Mawadah, dan Warahmah.....

Dan sekarang tak terasa cintaku kepadamu tak hilang atau tidak bosann walau aku tak pernah menyanjungmu, mengatakan cinta, memberikan yg terbaik untukmu.....hanya ketulusan dan kesetianku padamu.....

4 tahun adalah waktu yang telah membuat diriku mengenal dirimu....dan aku benar-benar TRUST ON You Bangettttt.....

Happy Anniversary Pa....

Friday, December 08, 2006

Foto Keluarga




Lagi iseng jalan-jalan ke mall, eh coba foto keluarga tapi sayang Alief face nya ngantuk karna emang difoto pas jam dia ngantuk heheheh jadi yah seperti ini deh....

Wednesday, February 22, 2006

Gak ada Pembantu

Sudah lebih dari 4 hari aku gak ada pembantu, pembantu lamaku pengasuhnya Alief sejak Sabtu pulang kampung dan tidak balik lagi. Perihalnya karena ulah mantan suaminya yg nyebelin itu yang mau ngambil anaknya. Ceritanya begini nehh, Pembantuku ini Namanya Kuwati (kita manggilnya Ati) itu adalah adik ipar pembantu ibu mertuaku di Semarang. Dia itu janda yang ditinggal kawin lagi oleh suaminya yang sudah menghamili perempuan lain. Dalam keadaan hamil 4 bulan dia diceraikan oleh suami tanpa diberi nafkah lahir untuk anak dan dia sendiri. Padahal dalam Islam kan disebutkan bila suami istri bercerai maka si suami wajib menafkahi anaknya hingga si anak bisa mandiri. La ini boro2 kata si Ati menafkahi sejak dilahirkan si Imel (nama anaknya Ati) gak pernah ngerasain duit bapaknya (itu kata si Ati lo). Ya aku ngenes juga kasihan juga seh liat nasibnya Ati. Biar dia itu kadang2 bikin sebel, abis kerjanya makan melulu, trus gak ada sopan santunnya ma majikan (pernah tidur siang ma alief di kamarku pake ac pula) tapi dia tetep manusia n pengasuh yang baik buat Alief karena apa dia itu sudah ngerti mauku bagaimana cara ngasuh Alief. tapi ya gimana dia gak tega ninggalin anaknya di kampung yang nangis2 minta ikut Bapaknya. Trus bapaknya itu minta Imel untuk tinggal di Demak di kampung Bapaknya untuk di sekolahin tapi si Ati gak boleh nengok2 kan gila masa seorang ibu yang berjuang nyawa saat melahirkan kok gak boleh nengok anaknya hanya karena itu anak dibiayai bapaknya. Padahal Mantan suaminya si Ati itu sudah punya istri dan anak lagi di Solo. Dan si Imel nanti diasuh Ibu Mantan Suaminya Ati. Aku sudah wanti-wanti sama Ati supaya jangan melepaskan anaknya. Dia boleh balik ke tempatku kalau masalahnya sudah beres. Namun repot juga sekarang Alief gak ada yang momong. Untungnya Adikku Mita Libur Kuliah jadi dia bisa momong sementara, kemaren aja Alief aku ajak ke kantor, untungnya tuh anak bisa diatur, walau jalan sana sini, tanya sana sini ma temen2 kantor. tapi dia gak nakal sampe berantakin keadaan kantor.

Untuk pekerjaan rumah, masak, nyuci, nyetrika aku bagi2 ma suamiku, alhamdulillah suamiku mau membantu kayak menjemur pakaian, melipat pakaian yang sudah kering dijemur, mandiin dan pakaikan baju Alief, trus nyapu2 plus ngepel, aku giliran nyuci, nyetrika, masak dan nyuapin Alief maem. Kalau cape ya gak dikerjain, pokoknya selama masih kuat dikerjain kalau dah cape yah ngaso.

Aku pusingnya yah itu Alief gak ada yg ngasuh dari pagi sampai jam 1 lah, kalau sudah jam segitu kan Mbah Kungnya sudah pulang. Tapi pas pagi itu gak ada. Dan lagi Ibuku juga masih kerja. Pusing ditambah Alief susah adaptasi orang baru, bila dititipkan ke Mbah Uyutnya dan Rumah Mbah Winnya.

Aduh betapa pentingnya pengasuh Alief....
Mumet